4 Tipe Pemilih yang Bisa Kamu Temui Pas Pilkada ataupun Pemilu

by - 03.59



Today is the day. Hari ini, 15 February 2017, 100 lebih provinsi di Indonesia akan melaksanakan pilkada serentak. Hari ini begitu spesial sampai-sampai Pak Jokowi menetapkan tanggal ini sebagai hari libur nasional. Inilah saat paling tepat buat kamu untuk ikut serta dalam pesta demokrasi terbesar kedua di Indonesia. Yang namanya pilkada, kan identik sama yang namanya pemilih atau istilah inggrisnya Voter. Nah, di setiap pilkada, pemilu dan pemilihan apapun, kamu pasti menemui tipe-tipe pemilih seperti ini.


1. Si Random

Memilih tanpa alasan

Sesuai namanya, si Random ini mencoblos paslon di TPS secara acak. Makaudnya, dia tidak pernah melakukan riset, cari tahu track record dari masing-masing calon, ataupun baca-baca berita seputar politik. Tipe pemilih seperti ini nih yang biasanya jadi sasaran empuk buat praktik money politik.

2. Si Kepo

Pengen tahu pilihan orang lain

Kalau kamu termasuk tipe Si Kepo, sebenarnya tanpa sadar kamu sudah menyalahi aturan dasar dari pemilu atau pilkada itu sendiri. Ingat LUBER JURDIL, kan? R disitu berarti rahasia dan itu artinya kita tidak boleh memberitahu pilihan kita ke orang lain. Tapi di Indonesia, pertanyaan "eh, kamu nanti pili siapa?" Sepertinya sudah menjadi pertanyaan umum di setiap pemilu.

3. Si Baper

Memilih harus berdasarkan riwayat

Setingkat diatas si Kepo adalah si Baper. Kenapa Baper? Karena tipe pemilih ini memilih berdasarkan perasaan, tidak acak dan murni karena adanya kedekatan antara si calon dengan dirinya. Sebenarnya, ini sah-sah saja, tapi pilihan si Baper ini biasanya bias karena dia secara otomatis tidak akan melihat paslon lain yang mungkin saja memiliki track record yang lebih baik.

4. Si Cerdas

Memilih dengan cerdas

Nah, ini nih tipe pemilih yang diidam-idamkan semua bangsa di dunia. Coba sejenak bayangkan kalau semua pemilih di Indonesia adalah Si Cerdas pasti negara kita tercinta ini bisa semaju bangsa-bangsa lain. Kenapa? Karena semua orang yang termasuk tipe Si Cerdas selalu melakukan riset dulu jauh-jauh hari. Dia punya pemahaman politik yang baik dan sangat anti dengan yang namanya "serangan fajar." Si Cerdas hanya memilih pemimpin yang dipikirnya bisa membawa perubahan berarti buat kehidupan mereka kelak.

Pemilu dan pilkada adalah pesta demokrasi terbesar di Indonesia. Selayaknya pesta biasa, sudah seharusnya kamu ikut menghadiri dan berpartisipasi aktif di dalamnya. Intinya, jangan biarkan siapapun merenggut hakmu untuk menentukan nasib bangsa kedepannya.

You May Also Like

0 komentar