Jokowi dan Anak Muda: Fenomena Seorang Presiden Gaul di Era Internet

by - 21.47


Banyak yang bilang kalau kebutuhan dasar manusia itu sekarang ada 4, bukan 3 kayak jaman dulu. Sekarang, kita bukan cuma butuh sandang, pangan sama papan aja tapi juga internet. Apalagi kalau buat anak muda kayak kamu dan Kanda Fajar, internet itu mungkin udah kayak nafas kali ya. Kalau engga ada bisa-bisa kita sekarat. Hehehe.

Kalau mau merujuk ke belakang, tahun 2005 keatas itu bisa dibilang sebagai tahun kebangkitan internet di Indonesia. Sebelumnya, kalau mau internetan itu lambat, susah dan mahal. Internet Service Provider-nya cuma satu, Telkomnet Instan. Itu lo yang jingle-nya 080989999. Wajar, sih kalau kamu engga tau. Kanda Fajar juga inget karena ikkannya sempet ada di TV. Kadang, Kanda Fajar sempet mikir keren juga ya copywriter-nya bisa bikin jingle yang everlasting kayak gitu.

Okay. Kembali ke topik soal Telkomnet Instan. Buat kamu yang pernah pakai, kamu pasti tahu kalau kecepatan Telkomnet Instan cuma menyentuh angka 56 kbps. Dengan kecepatan segitu, jangankan buka YouTube, buka blog ini aja mungkin bisa 5 menitan.

Saat internet belum secepat sekarang


Setelah tahun 2005, banyak orang yang mulai melirik potensi dari akses internet ini. Dan sekarang, koneksi internet menjadi lebih cepat, stabil dan murah untuk masyarakat, termasuk ke bapak Presiden kesayangan kita semua, Bapak Joko Widodo.

Loh, kenapa dari internet langsung lari ke Jokowi?

Karena menurut Kanda Fajar, Pak Jokowi ini Presiden yang tahu bagaimana caranya menggunakan internet dalam pemerintahannya.

Kanda Fajar salut sama gaya pemerintahan Bapak Jokowi. Beliau humble, visioner dan berjiwa muda. Oh, satu lagi, Bapak Jokowi adalah seorang trendsetter. Beliau menciptakan tren, melakukan sesuatu yang tidak terpikirkan sebelumnya. Bukan, Kanda Fajar tidak akan jaket Bomber atau sendalnya Pak Jokowi. Kanda Fajar mau membahas Vlog-nya Pak Jokowi.

Tunggu dulu, bukannya tren Vlogging di Indonesia dipelopori oleh Edho Zell atau YouTuber lain yang lebih "kawakan"?

Yap. Kamu benar. Tapi Jokowi-lah yang pertama kali membawa Vlogging dan YouTube dalam kegiatan pemerintahan yang biasanya kaku dan membosankan.



Pak Jokowi cukup sering mengundang YouTuber-YouTuber Indonesia dalam kunjungannya ke daerah-daerah. YouTuber kayak Kevin Hendrawan, Agung Hapsah atau Arief Muhammad bahkan dapat akses khusus supaya bisa sedekat mungkin dekat beliau. Saat media-media besar lain cuma bisa meliput dari jarak 10 meter, YouTuber-YouTuber muda ini malah bisa kurang dari 1 meter dari bapak presiden.

Kalau Kanda Fajar lihat, hal ini tentu bagus buat pemerintahan Pak Jokowi sendiri. Program-program beliau jadi bisa tersampaikan sama anak-anak muda yang biasanya apatis soal politik dan negara.
Selain itu, tidak seperti media-media lain yang biasanya mudah dipelintir isinya, Vlogging ala YouTuber biasanya jujur. Mereka menyampaikan apa yang mereka pikirkan. Mereka menyampaikan apa yang mereka rasakan tanpa kepetingan tambahan. Inilah yang membuat pemerintahan Pak Jokowi terasa anak muda banget.

Satu hal lagi, Pak Jokowi juga bukan cuma masuk ke vlog-vlog YouTuber orang lain. Beliau bahkan punya channel sendiri! Wow.



Isinya juga macem-macem. Mulai dari kambing yang lahiran sampai makan bersama Raja Salman kemarin. Sampai tulisan ini dibuat, Kanda Fajar belum pernah tahu ada kepala negara yang nyambi jadi YouTuber.

Lewat official Channel beliau di YouTube, orang-orang dan khususnya anak muda jadi bisa mengenal lebih dalam sosok pemimpin negaranya. Kita juga bisa tahu kalau orang nomor satu di negara kita ini juga punya sisi humanis, humoris dan narsis yang sama kayak kita-kita juga. Hehehe

Catatan Penutup

Presiden tergaul saat ini via Malesbanget.com


Tulisan ini dibuat bukan karena Kanda Fajar adalah pendukung dari partai politik tertentu. Kanda Fajar juga bukan pendukung dari Jokowi atau tokoh-tokoh lainnya. Kanda Fajar cuma menyuarakan apa yang sekarang ada dalam pikiran. Kanda Fajar cuma mau mengapresiasi usaha dari seorang Presiden yang menganggap anak-anak muda kayak kamu sebagai asset bangsa. Beliau mau mengajak anak-anak muda yang untuk buka mata dan buka telinga tentang dunia politik. Beliau mau mematahkan pandangan bahwa politik itu kejam, licik, kaku, membosankan dan cuma bisa dimengerti oleh orang-orang yang sudah berumur. Kanda Fajar merasa perlu untuk mengapresiasi usaha itu dan lahirlah tulisan ini.

You May Also Like

0 komentar