Perhatian!! Jangan Anggap Jadi Kaya itu Jahat. Berusaha Jadi Kaya itu Baik dan Kita Harus Hargai Itu

by - 21.18

Bergelimang Harta dari Hasil Usaha

Kalau boleh jujur, Kanda Fajar yakin kalau tidak ada orang yang mau hidupnya susah. Apapun latar belakangnya, tidak ada yang mau punya pendapatan sedikit apalagi kurang. Mungkin itu juga sebabnya kenapa acara-acara motivasi bisa laku keras kalau jualan disini. Hehehe

Tapi, berbicara soal kekayaan dan kemakmuran masih dianggap tabu oleh sebagian orang. Menjadi kaya seringkali justru dianggap menghamba pada uang. Orang-orang seperti ini cenderung "memaksa" dirinya untuk merasa cukup. Orang-orang yang berpikiran seperti ini ada banyak jumlahnya, apalagi di media sosial.

Pernah suatu kali, Kanda Fajar tertarik baca artikel IDNTIMES di Facebook. Judulnya "Tak Pernah Libur Selama 26 Tahun, Wanita Ini Jadi Orang Terkaya di Tiongkok".

Artikel itu sebenarnya membedah bagaimana kisah perjuangan seorang wanita bernama Dong Mingzhu dalam membangun Gree Electric Appliance yang fenomenal. Disitu dikisahkan bagaimana seorang wanita kumal dan kucel bisa berada di daftar teratas dari pengusaha wanita luar biasa di China versi Forbes. Keren, kan?

Rahasia dari kesuksesan luar biasa seorang Dong Mingzhu adalah dia ternyata tidak pernah mengambil cuti! Dia bahkan tetap bekerja di hari libur dan saat anaknya wisuda. Berlebihan memang tapi itulah yang namanya kerja keras. Hasilnya? Perusahaannya jadi pemasok AC nomor 1 di dataran China.

Yang bikin Kanda Fajar heran itu ada di kolom komentar. Disana ada banyak banget yang nge-judge sikapnya Dong Mingzhu. "Kebahagiaan tidak bisa diukur dengan uang", "Loyal untuk diperbudak", "Engga kaya bukan berarti Engga bahagia", "Mikir harta engga akan ada habisnya", "Harta engga akan dibawa mati" dan bla bla bla yang lain.



Kanda Fajar yakin kalau Dong Mingzhu baca dan bisa ngerti komentar itu, dia pasti sedih. Gimana engga, wong dia udah sudah kerja keras, eh malah disuruh menikmati hidup sama netizen.
Menikmati hidup bukannya jelek, tapi yang bikin heran Kanda Fajar itu adalah kebiasaan kita untuk judging usaha orang lain.

Di kampus, sekolah, atau kuliah juga pasti juga gitu. Misalnya, kalau ada temen tanya "kamu udah bikin tugas X belum?" Kalau kita bilang sudah pasti di-cie-in, dibilang sombong atau dicontekin. Makanya, Kanda Fajar yakin kalau kebanyakan dari kita pasti bilang belum.

Fenomenanya sama kayak pas waktu ujian, kita sering bilang "belum belajar" padahal semalamnya kita udah melek sampai subuh. Kita seolah takut untuk bekerja (terlalu) keras.

Buat orang lain mungkin ini fenomena yang remeh dan tidak patut diperdebatkan. Tapi, kalau mau ditelaah lebih dalam, sikap kayak gitu artinya kita tidak mau nge-push kemampuan kita semaksimal mungkin. Kita kayak seolah berkompromi dengan yang lain. Kita tidak mau mengakui sekeras apa kita sudah berusaha cuma karena takut di-cie-in.

Kembali ke kisahnya Dong Mingzhu. Banyak juga yang menyarankan supaya Dong Mingzhu tidak usah bekerja terlalu keras, nikmati saja hidup bersama anaknya dan ambil cuti seperti karyawan pada umumnya.

Menurut Kanda Fajar pribadi, komentar-komentar seperti itu tidak tepat. Kenapa? Karena kita tidak tahu secara detail alasan yang mendorong Dong Mingzhu bekerja amat sangat keras.

Jadi biarkan Kanda Fajar jelaskan dulu situasinya.

Sebelum jadi seperti sekarang, Dong Mingzhu adalah single mother. Suaminya meninggal pada 1984. Menjadi orang tua tunggal tentu sangat sulit karena harus membesarkan anak sekaligus mencari uang.
Di tahun 1990, dia menjadi sales. Asal kalian tahu saja, ekonomi China waktu itu belum sebesar sekarang. Ada kemungkinan juga kalau ekonominya sedang lesu mengingat 8 tahun berikutnya dunia dihajar krisis finansial global.

Dan lagi, saat itu dia juga sudah berusia 36 tahun, usia yang sudah melewati usia emas seseorang. Bayanginnya gini, Kanda Fajar yang masih muda aja susah cari tempat magang, lah ini malah udah 30 tahun keatas baru cari kerja. Mana ada perusahaan yang mau rekrut orang tua tanpa pengalaman.

Kalau kamu dihimpit 3 situasi pelik itu, apakah kamu masih bisa sempat berpikir untuk liburan? Apakah kamu bisa berpikir untuk menikmati hidup? Kanda Fajar rasa tidak.

Kamu juga akan melakukan hal yang sama dengan Dong Mingzhu lakukan. Kamu akan bekerja sedemikian keras supaya anakmu nanti tidak hidup kesusahan.

Satu hal lagi yang menarik setelah sering baca-baca artikel di Facebook. Ternyata, sikap kayak gitu bukan cuma monopoli orang Indonesia, orang bule juga bahkan.



Kesimpulannya adalah berbicara tentang uang dan kekayaan masih sering dianggap sensitive buat sebagian orang didunia. Kalau ada berita tentang tips and trik jadi milyuner atau kerja keras orang sukses yang engga masuk akal, kita pasti langsung judging mereka sebagai hamba uang. Sesuatu yang salah menurut Kanda Fajar karena itu hanya memperlihatkan kalau yang komen tidak pernah mendobrak batasan-batasan yang ada pada dirinya.

Kalau ada yang tidak setuju silahkan ungkapkan argumen kalian di kolom komen. Kalau ada yang setuju silahkan share sebanyak-banyaknya. Hehe

You May Also Like

0 komentar