13 Reasons Why: Bully is Not Cool. Ever

by - 19.04


Kita mungkin sering kesel ya sama iklan-iklan di YouTube. Ganggu aja gitu. Lagi enak-enak nonton, eh iklannya nyelip gitu aja. Apalagi, kalau durasi video-nya panjang. Bisa keluar 1-2 kali iklan keluar untuk satu video.

Kanda Fajar sering mikir gini, ada ga sih yang "kemakan" sama iklan YouTube? Kamu juga pasti biasanya nunggu 3 detik dan langsung skip iklannya, kan? Dari situ aja kita bisa tahu kalau iklan YouTube itu engga efektif. 

Tapi Kanda Fajar salah. Suatu waktu, saat lagi asik-asiknya streaming The Comment, ada iklan YouTube muncul. Kanda Fajar juga biasanya langsung skip iklan apapun setelah 3 menit. Iklan yang ini beda. Kanda Fajar malah kemakan sama iklan YouTube-nya Netflix.

Iklan itu ternyata adalah teaser dari 13 Reasons Why, sebuah Netflix Original Series. Dan ya, Kanda Fajar kemakan iklan YouTube itu.

Sinopsis Singkat


Ya. Itulah inti cerita dari serial terbaru dari Netflix ini. Cerita dimulai beberapa waktu setelah salah satu murid Liberty High School, Hannah Baker, bunuh diri. Sebelum bunuh diri, murid itu merekam apa yang dia rasakan dalam sebuah pita kaset dan memberikannya pada satu-satunya orang yang dia percayai, Clay Jensen.

Tapi ternyata, bukan doi doang yang dengerin kaset itu. Ada 11 orang lain yang pernah dengerin cerita detik-detik sebelum Hannah bunuh diri. Setiap orang yang pernah dengerin kaset juga adalah orang-orang yang namanya ada dalam kaset. Merekalah orang-orang mendorong Hannah mengakhiri hidupnya. 

Jadi si Clay jahat juga dong?

Ehmmm.... Agak susah dijawab karena pada dasarnya Clay ini pasif. Berbeda dengan orang-orang lain yang namanya disebut dalam kaset, Clay tidak melakukan satu kesalahan pun ke Hannah. Dia cuma membiarkan Hannah larut dalam kepasrahan dan keputusasaan. Tapi satu kelalaian itu cukup membuat seorang anak pandai dan pendiam seperti Clay merasa bahwa dirinya adalah pembunuh. 

Dia merasa sangat bertanggung jawab akan kematian cewek yang (diam-diam) dia sukai. Dari situ, mulailah dia "meneror" orang-orang lain yang namanya ada dalam kaset. Dia hanya menuntut satu hal saja dari mereka semua: pengakuan. 

Ya. Clay Jensen menuntut orang-orang macam Justin Foley, Bryce, Jessica, Alex dan lain-lain untuk mengakui kesalahn apa yang telah mereka lakukan pada Hannah. Lebih daripada itu, Hannah menuntut setiap orang untuk tidak saling membully satu sama lain aga tidak ada lagi orang tua yang menangis seperti ayah ibunya.

Bully dan High School


Salah satu korban bully
Poin pentingnya ada disini. 13 Reasons Why bercerita banyak hal tentang masalah-masalah yang dialami anak muda kayak kamu dan Kanda Fajar. Mulai dari bully, susahnya cari teman, dikecewakan sama pacar, dikhianati teman sendiri, stalker dan lain-lain. Semuanya terangkum dengan keren di setiap episodenya.

Satu hal yang paling penting adalah Bully. C'mon guys, Bully doesn't cool, it sucks. Bully cuma ngebuat orang lain rendah diri. Kamu mungkin cuma bercanda doang, tapi siapa yang tahu kalau orang yang kamu bully menganggapnya serius?

Di 13 Reasons Why, Nama Hannah Baker ada di daftar Best Ass. Buat yang nulis, dia merasa itu compliment atau pujian. Tapi buat si Hannah, itu pelecehan. 

Orang yang bikin pertama kali mungkin sama sekali engga bermaksud untuk merendahkan, tapi efeknya malah bikin seorang Hannah yang termasuk supel, bisa merasa engga punya harga diri lagi. 

Ya. Sampai sejauh itulah akibat dari bully yang mungkin saja sudah kamu dan Kanda Fajar lakukan selama ini.

Oh, satu hal lagi, Bully itu sebenarnya satu hal yang susah banget dideteksi. Bahkan sampai Mr. Porter, guru BP Liberty High School, aja engga merasa ada murid yang perlu dirangkul.

Di sepanjang 1 jam durasi, Mr. Porter banyak banget bilang "let's talk." And it doesn't work at all. Sebagai guru BP, Mr. Porter harusnya bisa lebih peka daripada itu. Mengajak siswanya ngobrol tentang hidupnya memang membantu banget. Tapi, tidak semua masalah bisa diceritakan begitu saja dengan orang lain.

Satu waktu, Hannah akhirnya mau buka suara. Dia mau menceritakan apa yang dia rasakan secara, hipotetikal tentu saja. Tapi apa nasehat yang keluar dari mulut Mr. Porter?

MOVE ON. GET OVER IT. 

Just that.

Selamat, Pak Anda sudah membunuh salah satu murid bapak.

Kesimpulan


Sejak pertama kali dirilis 31 Maret lalu, 13 Reasons Why tak pelak jadi salah satu serial terlaris Netflix. Serial ini sukses menyita perhatian publik diseluruh dunia. Mereka memberi berbagai apresiasi. Mulai dari casts, cerita, sampai pesan moral, 13 Reasons Why punya semua yang kamu butuhkan dari sebuah film remaja.

You May Also Like

0 komentar