Pengalaman Magang Sama Orang China. Engga Seburuk yang Diberita, Kok

by - 01.18

Tren Kerja di Startup
Akhir-akhir ini, entah kenapa banyak orang yang menyuarakan Cina kafir, Cina jahat, Ganyang Cina dan lain-lain. Bahkan sampai ada demo yang berjilid-jilid itu bikin ngeri. Apalagi kalau kamu lihat Facebook,  kata-katanya bahkan lebih keras dari ini. 

Mari Kanda Fajar luruskan sedikit. Kanda Fajar bukan Cina, tapi punya mata cukup sipit untuk bikin orang mengira Kanda Fajar Cina. Kalau kamu pernah denger bit standup-nya Pandji, Mesakke Bangsaku terutama yang kejadian rusuh 98, Kanda Fajar punya cerita yang mirip. Kanda Fajar sempat diusir keluar pas lagi interview cari part-time hanya karena mata ini yang mirip Cina. Kanda Fajar sempat kaget karena perlakuan seperti ini tidak pernah Kanda Fajar dapatkan pas masih sekolah dulu. 

Jadi akhirnya, Kanda Fajar memutuskan untuk melamar pekerjaan di salah satu perusahaan startup di Jakarta, yang aslinya adalah perusahaan teknologi dari Cina daratan. Startup ini mengeluarkan produk pembaca berita yang mungkin kamu instal di handphone kamu sekarang ini (maaf namanya tidak akan Kanda Fajar buka disini).

Proses interview berlangsung lancar dalam bahasa Inggris. Tidak ada lagi ketakutan akan diusir keluar cuma gara-gara faktor SARA. Believe me, walaupun cuma sekali dapat perlakuan begitu, tapi kejadiannya bisa bikin trauma. Asli.

Sehari kemudian, Kanda Fajar dapat telepon dari nomor +6221xxxxxxx. Dari nomornya jelas telepon kantor. Kanda Fajar angkat teleponnya dan Benar saja, Kanda Fajar resmi diterima jadi part-timer di startup itu.

Pengalaman Bekerja dengan Orang Cina Asli

sampai masuk autosuggestion Google

Kanda Fajar pakai kata "Orang Cina Asli" untuk menunjukkan kalau boss Kanda Fajar di kantor adalah orang Cina yang benar-benar Cina. Bukan Cina keturunan ataupun Cina yang lahir di Indonesia. Bukannya bermaksud rasis, tapi Kanda Fajar mencoba untuk membuatmu mudah membedakannya. 

Selama seminggu pertama Kanda Fajar kerja di kantor, Kanda Fajar tahu satu hal: Orang Cina memang pelit. 

Pelit disini konteksnya adalah meminimalkan cost. Boss Kanda Fajar itu sangat terobsesi dengan efisiensi. Dia bahkan rela nyewa apartment yang jaraknya lumayan jauh cuma untuk meminimalkan biaya sewa gedung. 

Jadi, dia seringkali datang lebih cepat dan pulang lebih awal. 

Satu hal yang mungkin engga akan kamu dengar adalah ternyata orang Cina itu sangat care dengan pegawainya. 

Kanda Fajar, kan part-time setiap Sabtu-Minggu dan hari libur, nah si Boss ini yang nemenin Kanda Fajar kerja. Engga jarang, dia mengingatkan Kanda Fajar buat makan siang. 

Kand Fajar engga tahu, mungkin karena masih startup jadi relationship antara atasan dan bawahan itu bisa begitu dekat. Tapi dari sini aja, Kanda Fajar bisa merasa kasihan kalau ada orang yang anti-Cina. Dia mungkin tidak akan pernaha mendapatkan pengalaman-pengalaman seperti yang Kanda Fajar dapatkan ini.

Performa Adalah yang Utama

Diatas sudah Kanda Fajar ceritakan gimana enaknya kerja sama orang Cina. Tapi dibalik semua hal baik itu, boss Kanda Fajar sangat berekspektasi besar terhadap para pegawainya, termasuk pada Kanda Fajar. 

Setiap perusahaan pasti punya KPI atau Key Indicator Performace-nya masing-masing. Gunanya tentu untuk mengukur seberapa bagus performa kita dalam bekerja. Nah, kalau di perusahaan teknologi, terutama yang bergerak dibidang berita kayak Kanda Fajar ini, ukuran terpentingnya adalah CTR atau Click Through Rate dan Push Proportion.

CTR adalah ratio yang menunjukkan seberapa banyak orang membuka link yang kita berikan ke pengguna. Semakin besar nilainya semakin bagus. 

Push Proportion sebenarnya mirip dengan CTR. Kalau CTR berlaku untuk satu item/link, Push Proportion berlaku untuk semua link pada hari itu. Semakin besar nilainya semakin bagus.

Tidak ada kriteria kerapian, kerajinan atau aspek kualitatif lain yang masuk hitungan penilaian. Semua dihitung dengan angka kinerja, CTR dan Push Proportion, dan kedunya itu dievaluasi setiap hari. 

kalau pada hari itu Kanda Fajar kerja dan CTR dan/atau Push Proportion-nya kecil, boss Kanda Fajar tidak segan untuk menegur. Dia tidak tanpa rasa ragu dan rasa tidak enak langsung meminta Kanda Fajar untuk bekerja lebih baik.

Belum lagi kalau Kanda Fajar salah prosedur, waduh itu lebih parah lagi. 

Boss Kanda Fajar langsung tanya begini; "kenapa bisa salah?", "kamu tidak tahu ya", "kamu belum belajar", "kamu seharusnya begini" dan lain-lain. 

Omelan-omelan kayak gitu memang engga enak. Tapi Kanda Fajar yakin si boss cuma pengen tahu alasan kenapa bisa kita salah.

Contoh Kebencian yang tidak beralasan
Intinya adalah kerja dengan orang Cina itu tidak seburuk yang selama ini beritakan. Kamu jangan mau terpancing ajaran kebencian yang sekarang sedang marak di sosial media. Jangan pernah mau terpancing karena orang bilang itu salah. Cari tahu dan buktikan dulu sebelum kamu kasi judgement. Karena bisa saja orang yang kamu benci itu justru jadi sumber berkat buat kamu. 

Note: Kanda Fajar tidak menyarankan UNTUK TIDAK MEMBENCI Cina saja, tapi juga TIDAK MEMBENCI Ras, Agama, Suku dan Golongan Apapun. Indonesia adalah negara yang beragam. Dan diatas keberagaman itulah Indonesia punya kemampuan untuk bersaing dengan negara-negara lain.

You May Also Like

0 komentar