Saat VVOTA Menangis: Kelulusan Ve JKT48

by - 00.40

Terima Kasih Veranda

22 April 2017

Itulah tanggal keramat para VVOTA. Sebuah tanggal dimana hari seharusnya berlalu seperti biasa. Disaat eforia Kartinian masih terasa dimana-mana, para VVOTA harus siap meredam air mata yang memaksa keluar dari tempatnya. Saat yang lain menjalani hari dengan biasa-biasanya saja, VVOTA harus merelakan kepergian sang idola untuk selama-lamanya. VVOTA patut bersedih tapi tidak untuk larut di dalamnya. VVOTA boleh saja kecewa tapi tidak lantas meninggalkan sosok idola yang selama ini terasa dekat dengan kita. Sang idola kini telah tiada tapi tidak berarti kita berhenti mendukungnya dengan segenap rasa.

###

Agak lebay? Memang benar.

Agak berlebihan? Benar juga.

Agak ga penting? Itu baru salah.

Sabtu kemarin memang hari yang sangat menyesakkan buat para VVOTA di seluruh Indonesia. Hari itu adalah dimana idola segala umat, Jessica Veranda, secara ofisial telah lulus dari akademi JKT48.
Walaupun pengumumannya udah jadi rahasia umum sejak beberapa minggu lalu, tapi tetep aja Kanda Fajar shock berat dengernya. Rasa nyeseknya entah kenapa lebih gede daripada tau Ahok kalah dari Anies di Pilkada kemarin.

Jessica Veranda, salah satu member generasi awal yang masih tersisa, akhirnya memilih bergabung bersama teman-temannya yang telah lebih dulu memutuskan untuk graduate. Dia akhirnya memutuskan untuk mengakhiri karirnya di JKT48 dengan gemilang. Total sudah ada 6 single dimana dia didapuk sebagai center. Dia bahkan sanggup menjungkalkan Melody yang dulu disebut-sebut sebagai Acchan-nya JKT48.

Jessica Veranda adalah alasan kenapa Kanda Fajar menyukai JKT48. Kanda Fajar masih inget banget, waktu lihat JKT48 di TV di masa-masa awal, kamera selalu menyorot Melody, Shania atau Nabilah. Ketiga orang itu selalu bergantian berada di posisi terdepan. Tidak ada satu member pun yang bisa mendobrak kemapanan tiga member itu.

Sampai akhirnya datang seorang member bernama Jessica Veranda, atau yang biasa kita panggil, Ve.
Kalau Kanda Fajar boleh jujur, Ve ini mungkin adalah sebuah anomali. Dia tidak semanis Melody, tidak segokil Nabilah, dan tidak secantik Shania. Kamu boleh enggak setuju sama pendapat ini, tapi memang itulah yang selama ini Kanda lihat di TV.

Sinar seorang Ve kalah jauh dibanding tiga orang itu, dan bahkan juga lebih redup dari Haruka yang notabene muncul belakangan. Pada saat itu, sinar Ve tidak cukup mampu membuatnya tampil menonjol, baik dihadapan fans maupun di hadapan JOT (JKT48 Operation Team).

Liat aja iklan Pocari Sweat awal-awal. Yang jadi bintang iklannya pasti Melody, Shania, Nabilah dan Haruka. Kadang posisi Haruka digantikan oleh Aki Takajo. 



Ini adalah indikasi kuat kalau seorang Ve memang tidak diperhitungkan untuk bisa sampai pada pencapaian ini.

Sampai akhirnya, cuma dialah berhasil merusak semua tatanan dan merangsek masuk ke deretan atas saat sousenkyo 2015. Ve berhasil mengalahkan Melody yang digadang-gadang bakal kembali menduduki posisi center di single Kibouteki Refrain,  seperti yang biasanya dia lakukan. Melody yang biasanya dianakemaskan JOT, sebenarnya juga mempunyai basis pendukung yang besar. Jumlahnya mungkin sedikit dibawah Nabilah. Kombinasi keduanya tentu susah dikalahkan siapapaun. Tapi Ve berhasil melakukannya, dengan elegan.

Setelah menjadi center di single ke 10 Senbatsu Sousenkyo, Ve tidak terbendung. Total sudah 6 single yang menempatkannya di posisi paling penting di setiap performance. Cuma di single Love Trip aja dia engga berpartisipasi. Walaupun begitu, tidak sedikit yang mencela dan mencerca, Ve tidak ambil pusing. Dia tidak patah arang dan tetap memberikan pertunjukkan yang terbaik buat VVOTA, kamu dan Kanda Fajar.

Kalau boleh jujur, Ve sebenarnya tidak cukup memenuhi kualifikasi seorang idola. Dia pendiam, introvert, enggak banyak omong, enggak ekspresif, kaku dan punya aura yang susah didekati. Dengan kombinasi seperti itu, mustahil dia bisa masuk senbatsu. Satu-satunya hal yang bisa dibanggakan adalah wajahnya yang rupawan. Tapi ingat, ini JKT48, ada banyak wanita muda berwajah cantik dan manis disini. Jadi, dibutuhkan lebih dari sekedar good-looking sebagai ukuran kualitas seorang idola.

Sekali lagi, Ve tidak peduli dengan itu semua. Well, dia mungkin peduli. Dia bahkan sempat merasa tidak sanggup menerima beban besar di pundaknya. Posisi center menentukan penampilan tim secara keseluruhan. Mau sebagus apapun orang-orang dibelakangnya, kalau centernya jelek, performance itu akan hancur berantakan. Tapi seorang Ve membuktikan kalau impian ada di tengah peluh. Usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil. Dia berusaha dan terus berusaha menjadi the better Veranda.


Hasilnya? Gesturnya menjadi lebih luwes, lebih ramah, lebih bisa mengekspresikan diri dan lebih banyak tersenyum. Lama kelamaan, Ve membuktikan kalau dia layak berada di posisi puncak lebih lama dari siapapun juga.

Lalu sampailah kita di hari Sabtu, 22 April 2017. Saat dimana Jessica Veranda harus melanjutkan hidupnya di luar JKT48.

Juju, Kanda Fajar masih engga rela kalau Ve graduate. Dialah yang bikin Kanda Fajar suka sama lagu-lagu JKT48. Kanda Fajar masih belum tahu apakah akan berhenti ngefans JKT48 sepeninggal Ve atau tidak. Berita graduasi ini terlalu menyesakkan.

Buat VVOTA lain, Ve mungkin adalah idola, bidadari, atau apalah itu. Bagi Kanda Fajar, Jessica Veranda adalah panutan, role model dan teman yang memberi contoh bagaimana seharusnya Kanda Fajar menjalani hidup. Transformasi seorang Veranda membuat Kanda Fajar semakin yakin kalau usaha kerasa memang tidak akan mengkhianati kita.

Dan di masa-masa terakhirnya, Ve lulus dibarengi dengan single terbaik dan terniat yang pernah JKT48 lakukan, So Long!



Lagu yang sangat mellow dengan lirik yang juga juga menggambarkan air mata dimana-mana. Lagu yang sangat cocok didengar saat tengah malam saat kamu merasa terpuruk. So Long! dijamin bisa membuat kamu tenang dan bangkit menjadi pribadi yang lebih kuat di esok harinya.

Selamat tinggal Ve. Selamat atas kelulusanmu. Kanda Fajar dan seluruh VVOTA disini akan terus mendukung apapun jalan yanh kau pilih. Terima kasih atas semangat dan inspirasi yang selalu kau bagikan dalam setiap penampilanmu.

Meskipun kita ada di jalan yang berbeda
Di sampingku selalu terasa ada dirimu, best friend.

You May Also Like

0 komentar