Field Report ke Kantor BEI: Tempat Orang Jadi Cepet Kaya (Katanya)

by - 03.03



Pernah nonton The Dark Knight Rises? Itu lo yang musuhnya Tom Hardy aka Bane?
Kanda Fajar asumsikan kamu tahu film yang dimaksud.

Di film itu, ada satu scene dimana Bane dan pasukannya menyerbu Gotham Stock Exchange. Bukannya, cepet-cepet mengendalikan situasi, eh si inspektur (nama) malah bingung kenapa Bane merampok stock exchange. Padahal, kan engga ada uang yang bisa dirampok.

Pikiran kayak gini yang juga ada di kepala inspektur (nama). Dia pikir stock exchange adalah tempat penyimpanan uang investor, trader dan orang kaya. Dia tidak tahu kalau perputaran uang disanalah yang membuat uang yang ada dikantongnya bernilai seperti yang tertera.

Okay. Cukup sekian intermezzo-nya. Kali ini Kanda Fajar mau cerita pengalaman Kanda Fajar selama berada di BEI aka Bursa Efek Indonesia aka Indonesia Stock Exchange.

Kantor BEI ada di IDX tower Sudirman CBD yang terkenal sebagai tempat kerjanya orang berdasi. Kalau kamu pernah main ke SCBD sana, kamu pasti bisa merasakan gimana cepatnya mereka berjalan plus raut wajah orang-orang disana yang jarang senyum. Beban kerja mungkin meembuat mereka kayak gitu.

Anyway, karena Kanda Fajar kesana dalam rangka undangan kampus, maka tentu datangnya rame-rame. Ternyata, fakta itu engga membuat Kanda Fajar dan teman-teman bisa masuk dengan lebih mudah. Jaket Almamater yang udah susah-susah dipake tidak membuat Kanda Fajar dapat privilege lebih sebagai mahasisa. Kanda Fajar masih saja harus nukerin KTP plus difoto sebelum masuk. Ribet banget memang. Mungkin untuk mencegah orang-orang kayak Bane dan anak buahnya merampok bursa saham Indonesia hehehe.

Setelahnya, Kanda Fajar dan teman-teman diarahkan ke arah Main Hall. Menurut pendapat pribadi, Main Hall ini tidak terlalu besar. Lebih mirip studio berita CNN Indonesia. Bedanya, di beberapa titik ruangan terdapat layar besar yang menampilkan harga saham di bursa secara real time.

Oh iya, sebelum ke ruangan itu, Kanda Fajar dan teman-teman harus melewati sebuah lorong besar yang isinya informasi soal BEI beserta lembaga-lembaga lain didalamnya.

Alatnya bagus sayang agak error mungkin karena jarang dipake
Sebenarnya, ruangan ini keren dan cukup informatif buat yang emang pengen belajar saham. Sayang, akses masuknya yang susah banget (karena harus lewat pintu utama) membuat banyak perangkatnya jarang dipake. Akhirnya, banyak layar sentuh yang udah engga sensitif lagi digunakan. Harusnya, ruangan kayak gini dibangun di luar gedung BEI dan diperbanyak di tempat lain. Pasti entar bakal banyak yang pakai.

Okay. Sekarang Kanda Fajar ajak kamu ke ruangan yang Kanda Fajar sendiri lupa namanya. Yang jelas, bentuknya mirip banget kayak bioskop cuma dengan kapasitas bangku dan layar yang diperkecil. Disini, Kanda Fajar dan teman-teman bakal dapat materi presentasi dari Mas ..... (lupa namanya) dan Mas ...... (lupa namanya) beserta supervisor-nya, Bu .... (lupa namanya)

Selama presentasi, Kanda Fajar jadi tahu kalau negara kita tercinta ini kekurangan banyak banget investor. Bayangin, dari 250 juta penduduk, cuma ada 500 ribu orang investor, alias cuma 0.5% populasi!

Jumlah Investor lokal kalah dari asing tapi lebih suka kenikmatan sesaat aka lebih aktif trading
Padahal kalau ditinjau dari performa pasar, Indonesia engga jelek-jelek amat. Cenderung cemerlang malah. Dalam sepuluh tahun malah mampu tumbuh 204%. Indonesia juga dapat nilai bagus kalau dilihat dari index MSCI (Morgan Stanley Capital Index). Kinerjanya bahkan melampaui indeks dunia dan regional.

Negera sebesar Indonesia juga anehnya cuma punya 530-an perusahaan yang tercatat di bursa. Bandingkan dengan Amerika Serikat yang punya seribuan perusahaan. Jangan itu deh, sama Singapore aja punya 780an perusahaan.

Makanya sekarang, BEI punya program yang namanya IDXIncubator. Dari namanya pasti udah ketahuan tugasnya ngapain.

inisiatif yang keren dari IDX
Yap. IDXINCUBATOR punya fungsi untuk membina perusahaan-perusahaan muda (startup) sampai menjadi perusahaan publik. Lewat program ini, founder-founder startup bakal dapat pembekalan materi, mentoring sampai funding yang dananya diambil dari dana CSR perusahaan-perusahaan yang ada di bursa.

Menurut Kanda Fajar pribadi, langkah ini amat sangat patut diapresiasi karena tidak ada Bursa Efek lain didunia yang sevisioner BEI. SALUT!!!

You May Also Like

0 komentar